Boku No Ita Jikan Episode 3 Part 2
Boku No Ita Jikan Episode 3 Part 2
Ketika ditempat futsal Takuto memberitahu Shigeyuki jika dia akan pergi ke pemandian air panas dengan Megumi, Takuto bertanya apa Shigeyuki pun pacar? Shigeyuki menjawab “sebenarnya ada gadis yang kusuka tapi dia sudah punya pacar”..
Takuto berkata “aku tidak tahu kau tipe pria yang peduli tentang itu” Shigeyuki bertanya apa dia harus mengejarnya? Takuto menjawab “iya”..
Tiba-tiba Takuto kram lagi, Shigeyuki mengatakan jika Takuto akhir-akhir ini sering kram, Takuto menjawab “aku baik-baik saja”..
Megumi sedang berjalan-jalan bersama Hanako, lalu Megumi menyuruhnya untuk duduk dikursi roda tai Hanako menolak dan mengatakan dia ingin berjalan sedikit lebih lama dengan kakinya sendiri..
Ketika bermain futsal tiba-tiba terjadi kecelakaannya pada Takuto karena membentuh tiang gawat sehingga dia pun pingsan..
Ketika Takuto terbangun dia sudah dirumah sakit, Shigeyuki memberitahu bisa pulang tapi selelah infusannya habis, Takuto meminta maf karena menyebabkan masalah..
Shigeyuki bertanya apa perlu dia menghubungi Megumi tapi Takuto melarang karena tidak ingin membuat Megumi khawatir.. Takuto pun menyuruh Shigeyuki untuk pulang duluan..
Shigeyuki bertanya apa sesuatu terjadi padanya? Takuto menjawab “tidak, aku hanya bersemangat akan pergi ke pemandian air panas”..
Shigeyuki bertemu Megumi direstoran, Shigeyuki bertanya apa masih mencari pekerjaan? Megumi menjawab “iya”..
Ketika pesanan sudah datang Shigeyuki tidak melihat Megumi memesan sup dia pun memberikan miliknya, Megumi meminta maaf. Shigeyuki berkata “jangan minta maaf, aku lebih suka kau mengatakan terima kasih”..
Setelah itu Megumi bertanya apa pendapat Shigeyuki jika seandainya Shigeyuki pergi dengan pacarnya ke pemandian air panas dan setelah mandi apa suka pacarnya memakai make-up atau tidak? Shigeyuki menjawab “tentu saja tidak pakai, apa kau mengkhawatirkan itu? tapi kau tidak memakai make-up kan?” Megumi mengatakan dia pakai..
Takuto terkejut melihat Pasien yang menggunakan ventilator di lehernya, dan mungkin saja nanti dia juga akan mengalami hal seperti itu.. Takuto pun pergi meski dokter Tanimoto memanggilnya..
Takuto dan Megumi berfoto bersama..
Takuto dan Megumi sedang berdoa di kuil..
Ketika di tempat pemandian, Megumi mengatakan jika air panas bisa menyembuhkan lengan Takuto, Takuto berkata “aku ragu” lalu tiba-tiba Takuto menyiramkan air pada Megumi dan Megumi pun membalasnya lagi..
Rikuto memberitahu jika Takuto pergi ke pemandian air panas dengan pacarnya, Sawako bertanya apa Rikuto pernah bertemu dengannya? Rikuto memberitahu jika Megumi datang dan bermalam. Sawako berkata “apa dia mengganggu belajarmu?” Rikuto menjawab “tidak” Sawako bertanya apa Rikuto punya pacar? Rikuto menjawab “tidak” Sawako menyuruhnya untuk berhati-hati karena tidak semua gadis mendekatinya baik...
Sawako bertanya apa Rikuto punya teman? Rikuto terdiam sejenak lalu menjawab “iya”..
Ketika Megumi memegang tangan kiri Takuto, Takuto berpindah dan menyuruh untuk memegang tangan kanannya saja .. Megumi berkata “Kapan kira-kira tangan kirimu punya kekuatan lagi?” Takuto menjawab “sepertinya tidak untuk sementara waktu” Megumi mengatakan dia berharap Takuto cepat sembuh..
Megumi memberitahukan jika dia ingin belajar tentang keperawatan dengan sungguh-sungguh, Takuto bertanya kenapa tiba-tiba? Megumi memberitahu jika dia bertemu nenek tua (Hanako) yang masih bisa berjalan tapi biasa di kursi roda dan saat melihatnya bekerja keras berjalan dengan tongkat dia penasaran bagaimana rasanya berada disituasi seperti itu..
Tidak sengaja Takuto mengatakan itu akan terjadi saat jadi tua, Takuto pun meminta maaf Megumi bertanya apa yang salah, Takuto menjawab “tidak apa-apa lalu apa yang kau katakan tadi?” Megumi menjawab “karena itu aku ingin merawat orang sebagai profesiku, sampai saat ini aku hanya ingin menjadi pegawai tetap tapi saat ini aku akan berhenti mencari pekerjaan tetap”..
Takuto memeluk Megumi dengan erat..
Keesokan hari Takuto bertanya tentang Dokter Tanimoto, tapi Resepsionis mengatakan jika Dokter Tanimoto tidak ada janji dengan pasien hari ini, Takuto berkata “tapi dia ada disini?” Resepsionis menjawab “apa darurat?” Takuto berkata “aku ingin bicara denganya” lalu Dokter Tanimoto lewat Resepsionis memanggilnya ..
Takuto berkata “aku tidak pernah mencuri apalagi melakukan pembunuhan, aku tidak melakukan banyak hal dalam hidupku hingga orang memujiku dan juga tidak melakukan yang mengganggu orang lain.. mungkinkah itu salah diagnosa? Karena tidak ada masalh ketika pemeriksaan kesehatan saat bekerja” Dokter Tanimoto memberitahu ALS tidak bisa dideteksi dengan pemeriksaan biasa.
Takuto mengatakan dia membaca artikel online jika ALS sulit didiagnosa dan bukankah aneh jika dia sudah divonis mengidap ALS, Dokter Tanimoto memberitahu jika tidak banyak dokter yang menemui kasus ALS tapi dia sudah bertemu banyak pasien yang mengidap ALS..
Takuto berkata “4-6 dari 100.000 menurut internet dan sangat jarang anak muda sepertiku mengidapnya” Dokter Tanimoto menjawab “iya” Takuto berkata “ini tidak masuk akal, aku hanya tidak bisa percaya jika lengan kiriku tidak akan kembali sepert semula dan kupikir jika tidur semua akan kembali seperti semula”..
Takuto memberitahu dia sudah melihat pasien yang menggunakan ventilator dan tidak bisa bergerak sendiri, Dokter Tanimoto menjawab “iya” Takuto bertanya tidak bisa makan? Dokter Tanimoto menjawab “iya” Takuto berkata “dia bernafas menggunakan mesin tapi masih sadar bukan?” Dokter Tanimoto menjawab “benar tapi itu tidak terjadi seketika”..
Tanimoto berkata “walau ALS menyerang dan tubuhmu berhenti bergerak masing-masing hidup pasien berbeda mereka menjalni hidup mereka sendiri” dengan nada tinggi Takuto berteriak “bagaimana bisa kau mengatakan mereka hidup?”..
Takuto mengatakan tidak ada yang ingin dia lakukan sekarang dia bergaul dengan temannya hanya untuk bersenang-senang. Dan orang tuangnya tidak berharap banyak darinya karena mereka punya Rikuto jadi dia tidak punya hal untuk dilindungi dan tidak ada yang membutuhkannya..
Ketika pulang, Rikuto memberitahu jika Sawako datang kemarin dan membuat terlalu banyak ayam goreng dan Sawako mengira jika Rikuto yang menyukainya.. tapi setelah Sawako pergi Rikuto harus meminum obat pencahar..
Takuto memakan ayam gorengnya, lalu dia menangis sambil memakan ayam gorengnya lagi. Setelah itu Takuto berkata “Tolong Aku, Tolong Aku”..
Post a Comment for "Boku No Ita Jikan Episode 3 Part 2"