Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Boku No Ita Jikan Episode 4 Part 1

Boku No Ita Jikan Episode 4 Part 1


Megumi menemui Takuto ke tempat futsal, setelah itu Megumi memberikan Sandwich pada Takuto dan Shigeyuki. Setelah itu Megumi memberikan oleh-oleh untuk Shigeyuki, Shigeyuki bertanya apa Megumi tidak memakai Make-Up setelah berendam? Megumi menyuruh untuk tidak membahas itu..
Takuto bertanya apa maksudnya, Shigeyuki memberitahu jika Megumi bertanya padanya apa lebih baik memakai Make-Up atau tidak setelah berendam.. Megumi mengatakan ada sesuatu yang harus dia beritahu pada Shigeyuk, Shigeyuki bertanya apa mereka akan menikah? Megumi mengatakan “tidak mungkin” Shigeyuki berkata “aku hanya bercanda”.. Megumi memberitahu jika dia sudah memutuskan untuk bekerja sebagai perawat..


Ketika Takuto kesulitan membuka botol air minum Megumi bertanya perlu dia bantu tapi Takuto mengatakan tidak perlu, Shigeyuki berkata “pasti sulit” Takuto menjawab “tidak apa meski memakan waktu”..


Ketika melihat apa yang dilakukan Takuto, Rikuto bertanya apa yang sedang dia lakukan? Setelah itu mereka masuk kerumah Takuto mengatakan dia sudah pergi kerumah sakit dan berbohong jika tidak terjadi apa-apa.. Rikuto bertanya menemui dokter apa? Takuto menjawab “dokter bedah tulang” Rikuto mengatakan Takuto harusnya pergi ke dokter saraf, Takuto menjawab “iya sudah”..
Rikuto mengatakan jika dia tahu Takuto pasti mencari di internet tentang tangannya dan berpikiran tentang ALS pasti merasa takut, tapi tidak apa-apa jika Takuto merasa takut karena beberapa orang memutuskan penyakit mereka sendir lalu pergi menemui dokter..


Takuto bertanya apa Rikuto serius ingin menjadi dokter? Bagaimana bisa dia membuat lelucon seperti itu jika mereka punya penyakit serius? Karena diantara mereka pasti ada yang punya penyakit serius, Rikuto menjawab “aku tidak melakukannya” Takuto berkata “kau melakukannya” Rikuto menjawab “apa kau merasa berkuasa lagi?” Takuto berkata “bukan begitu sudah lupakan”
Takuto menyuruh Rikuto untuk tidak memberitahu tahu Sawako tentangnya karena dia tidak ingin membuat Sawako khawatir..


Ketika dikamar Sawako menelpon dan bertanya apa terjadi sesuatu dengan Rikuto, Takuto menjawab “tidak” Sawako berkata “dia memintaku mengirim pianonya “ Takuto bertanya memang kenapa dengan itu..
Sawako memberitahu jika Rikuto selalu bermain piano ketika dia menghadapi masalah jadi Sawako hanya mersa khawatir. Takuto menyuruh jika cemas harusnya tanya pada Rikuto langsung.. Sawako mengatakan jika dia tidak bisa membayangkan mendengar langsung dari Rikuto.. ketika berbicara seperti itu Takuto pun langsung mematikan teleponnya..


Ketika ditempat kerja direktur memberitahukan jika Takuto termasuk melakukan penjualan yang paling banyak..
Ketika sedang mengakat barang Takuto merasa kesulitan lalu dia meminta bantuan Miyashita, setelah Miyashita membawakannya Takuto berterima kasih. Miyashita mengatakan tidak peduli dia membantu Takuto dia tidak akan bisa masuk dalam performa kerja penjualan dan dia merasa hanya membuang-buang waktu saja..
Tiba-tiba Takuto mengatakan Miyashita bisa mengambil performa penjualannya jika ingin, jika ingin dia juga bisa mengambil gelar sarjana dan pekerjaan tetapnya, mendengar itu Miyashita terlihat sedikit kesal karena merasa Takuto mengejeknya.. Takuto mengatakan dia iri dengan Miyashita..


Dokter Tanimoto mengatakan lengan kiri Takuto tidak bisa kembali seperti semula, Takuto bertanya selanjutnya tangan atau kaki kananya atau kemampuan berbicara. Tanimoto mengatakan tidak ada yang bisa memberitahu jadi yang terbaik untuk tidak memikirkan tentang itu, itu semacam cara untuk hidup dengan menerima ALS..
Takuto mengatakan dia tidak bisa berhenti memikirkannya, Dokter Tanimoto apa Takuto sudah memberitahu keluarganya, Takuto menjawab “belum” Dokter Tanimoto menyarankan untuk segera memberitahu pihak keluarga agar meringankan Takuto karena Takuto harus mendaftar untuk penyakitnya, Dokter Tanimoto berharap Takuto bisa menyampaikan perasaannya pada teman dan rekan kerjanya begitu juga dengan orang tua..


Tanimoto bertanya apa Takuto punya seseorang yang istimewa? Takuto menjawab “aku punya” Dokter Tanimoto berkata “lalu kenapa tidak memberitahu tentang keadaanya. Takuto menjawab “aku tidak yakin apa dia akan bersamaku, dia bisa saja meninggalkanku begitu aku memberitahu tentang penyakitku tapi lama kelamaan mereka pasti akan tahu ketika gejalanya semakin berkembang, aku juga tahu kau harus segera memberitahu pada orang yang paling kusayangi”..

Takuto menegur Rikuto ketika main piano dan menyuruhnya pakai headphone tapi Rikuto mengatakan tidak bisa mendapatkan perasaan yang pas jika seperti itu, Takuto berkata “tapi suaranya terlalu keras”, Rikuto mengatakan apa Takuto merasa rendah diri karena dia tahu bagaimana bermain piano.. Takuto mengatakan suara pianonya terlau berisik untuk tetangga..
Rikuto mengatakan jika tidak pernah ada protes ketika dirumah, Takuto mengatakan karena ini apartemen dibelakang tembok ada kamar lain.. akhirnya Rikuto pun mengenakan headphone bermain pianonya..


Takuto melhat foto dia bersama Megumi..


Ketika Takuto menelpon Shoko ingin mengangkat teleponnya tapi Megumi melarangnya.. ketika Megumi mengkatnya Takuto mengajak untuk makan bersama yang lain, lalu Takuto mengatakan akan menutup telelponnya, Megumi bertanya kenapa menutupnya? Takuto pun “sebentar lagi kalau begitu”..
Megumi bertanya apa dia boleh menyimpan sikat giginya jika dia pergi kerumah Takuto lagi? Takuto menjawab “tentu saja boleh” Megumi berkata “kau mau makan apa nanti?” Takuto menjawab “apapun  yang kau mau” Megumi berkata “baiklah aku akan membawa sayuran karena kita mendapat sayuran gratis”
Takuto bertanya bagaimana bisa? Megumi memberitahu ketika ayahnya sakit para tetangga suka memberikan makanan dan itu sampai sekarang..


Keesokan harinya ketika di perjalanan, Hina bertanya apa Megumi akan menginap? Megumi menjawab “iya” Hina mengatakan jika dia akan pulang dengan Mamoru lagi, Megumi bertanya memangnya kenapa jika pulang dengannya? Hina menjawab “waktu itu dia bertanya padaku apa dia bisa melakukannyay denganku sekali” Megumi berkata “lalu?” Hina menjawab “aku memukulnya seperti ini”..
Ketika tiba dirumah Takuto, Mamoru terus berbicara karena dia merasa malu bertemu Hina, Takuto bertanya apa terjadi sesuatu dengannya? lalu Mamoru melihat sebentar ke arah Hina dan menjawab “tidak ada apa-apa” Megumi lalu tiba-tiba tertawa, Mamoru mengatakan dia tidak bermaksud waktu itu dan hanya bercanda..


Ketika perjalan pulang Mamoru mengatakan bagaimana bisa Hina memberitahu itu pada Megumi, Hina menjawab “jadi kau memang serius?” Mamoru berkata “kau bicara seakan-akan kau tidak ada hubungannya tapi aku juga tidak peduli..
Tiba-tiba Mamoru bertanya bagaimana jika satu ciuman? Hina pun hendak memukulnya lagi tapi Mamoru meminta maaf dan mengajak minum kopi saja dengannya..
Mamoru memberitahu ini tempat kerjanya, ketika Hina mencari tempat duduk. Pegawai pria mengatakan jika Hina cantik lalu pegawai wanita bertanya apa itu pacar Mamoru, Mamoru menjawab “iya”..


Megumi bertanya apa Takuto bisa bermain piano, Takuto mengatakan dia berhenti bermain ketika masih SD dan nilainya waktu itu juga sangat bagus, Megumi bertanya apa Takuto juga ikut serta dalam olahraga? Karena dia terkesan ketika melihat Takuto bermain futsal, dan jika lengan kiri Takuto sudah sembuh pasti bisa berlari lebih cepat lagi..
Megumi menyuruh Takuto untuk memainkan pianonya karena mungkin saja bisa menjadi cara penyembuhan yang bagus untuk tangan kirinya, Takuto mengatakan tidak apa-apa. Ketika Megumi memanggil Takuto berkata dengan nada yang sedikit kesal “aku bilang tidak apa-apa”..


Megumi pun bertanya apa dia marah? Takuto menjawab “tidak” Megumi berkata “tapi kau memang marah, jika ada masalah yang mengganggumu kau harus memberitahuku agar aku bisa mengerti”, Megumi pun hendak pergi tapi Takuto menahannya dengan memeluknya..
Takuto hendak memberitahu tentang kondisinya tapi tidak jadi dan malah mengatakan dia hanya frustasi karena lengannya belum juga sembuh, Megumi meminta maaf. Takuto menjawab “tidak apa-apa, bisakah kau memainkan piano dengan tangan kanan?”..


Takuto sedang mengajari Megumi bermain piano dan akhirnya sedikit demi sedikit Megumi bisa..


Takuto bertanya apa yang akan Megumi lakukan jika lengan kirinya tidak bisa sembuh seperti sediakala Megumi menjawab “aku tidak akan melakukan apapun, aku ingin tetap bersamamu selamanya, Takuto pun merangkul Megumi. Megumi berkata “aku berharap waktu bisa berhenti sekarang”..
BACA SELANJUTNYA DI || Boku No Ita Jikan Episode 4 Part 2

Post a Comment for "Boku No Ita Jikan Episode 4 Part 1"