10/06/2016

Soshite Dare Mo Inaku Natta Episode 4 Part 2

Soshite Dare Mo Inaku Natta Episode 4 Part 2


Saito melihat pesan di ponsel Haruka, jika Haruka saling mengirim pesan dengan Sanae. Saito pun termenung sebentar dan setelah itu pergi untuk mengemasi barangnya, ketika Saito mengemasi barangnya ada yang bertanya kenapa dia berkemas? Saito malah diam saja tidak menjawab pertanya orang itu. Karena melihat Saito diam saja orang itu pun bertanya apa mungkin Saito dipecat.. dan tetap saja Saito pun tetap tidak menjawab pertanyaannya lagi..


Di dalam tempat sampah ada foto Todo yang dirusak


Todo datang ke tempat yang beritahukan Takeru, ketika masuk ternyata Baba ada disana dan menyuruhnya mendekat. lalu ketika pelayan datang menanyakan pesanan Baba menyuruh membawa wiski Todo menolak tapi Baba tetap menyuruhnya memesan.. setelahitu Baba berkata “kenapa dengan wajahmu? Apa kau tidak ingin minum wiski” . ketika melihat wajah Baba Todo pun ingat jika Baba orang yang saat itu di Bar Eiji, Baba pun mengatakan jika Todo lambat mengingatnya...

Ketika Baba mengatakan “aku penyapai berita” , Todo ingat dengan suaranya orang yang menelponnya waktu itu.. Todo menyuruh untuk tidak bermain-main dengannya.. tapi Baba malah berkata “aku akan bermain-main denganmu, aku akan mngatakan yang serius jika aku mabuk dan jika tidak aku akan mengatakan sebaliknya” mendengar itu, Todo pun mengatakan akan segera menyerahkannya ke polisi, Baba pun bertanya apa tidak tahu arti dari pengirim berita? Mendengar itu Todo pun terdiam sejenak..

Todo pun bertanya apa seseorang menyuruhnya melakukan hal itu? , tapi Baba tidak menjawab pertanyaan dan malah mengajaknya minum ketika pelayan mengantar pesanan.. setelah minum, Todo pun menyuruh Baba memberitahu semuanya . Baba akan berbicara setelah mereka pergi ke 2 tempat yang telah dia putuskan,, mereka pun bersulang kembali... 


Ditaman, Karena Todo belum bisa dihubungi Michiko bertanya apa Sanae sudah menghubungi polisi?, Sanae pun mengatakan tidak akan melakukannya karena itu akan membuat masalah semakin runyam bagi Todo.. Walau pun tanpa berkataan apapun Sanae merasa jika Todo ingin dia menunggunya untuk menjelaskan, Michiko berkata “apa kau sudah beritahu dia yang sebenarnya?” Sanae menjawab “aku kira kau benar”.


Todo dan Baba datang ke sebuah kliub, lalu ada seorang pegawai yang memanggil Baba.. mendengar itu Todo berkata “kau dipanggil Baba?” Baba menjawab “itu hanya sebuah panggilan, tidak ada artinya, jadi nama asli atau palsu aku tidak tertarik sama sekali” setelah itu mereka pun masuk
Todo mengatakan mereka tidak akan bisa bicara ditempat seperti itu, lalu sambil merangkulnya Baba memberitahu ada orang yang sedang menunggu Todo diruang VIP ... Todo pun kesana dan ketika tiba dia melihat yang sedang menunggunya ternyata adalah Itsuki, ketika melihat Todo Itsuki  pun berkata “kau sangat lambat, jadi aku malah menghabiskan waktu dengan wanita-wanita berkepala kosong ini” mendenga itu wanita-wanita terlihat kesel, Itsuki pun menyuruh mereka untuk pergi.. 


Todo menghampiri dan berkata “apa kau melakukan ini? dan itu semua adalah rencanamu kan?” lalu tiba-tiba Itsuki menyirim muka Todo dengan minum.. Itsuki pun menyuruhnya untuk berbicara sopan karena telah membuatnya menunggu, mendengar itu Todo pun bingung karena merasa tidak memanggilnya.. dan ketika hendak pergi Itsuki menarik tangannya dan menyuruh untuk tidak pulang. Setelah itu, Todo pun mengatakan yang dia tahu Itsuki bukan seperti orang yang dilihatnya sekarang, Itsuki mengatakan dia memang selalu seperti itu..

Itsuki mengatakan tidak ada keuntungan bersikap baik pada penjahat.. Todo pun mengatakan dia selalu memujinya tapi kenapa Itsuki malah bersikap seperti itu, Todo kesal ketika Itsuki berkata “aku tidak ingin bicara seperti mendukung pada orang yang dari Universitas pinggir kota” . Todo pun marah, setelah itu dia berkata “apa yang telah kau lakukan pada Sanae?” Itsuki memberithaukan jika dulu Sanae pacarnya, mendengar itu Todo terkejut.. setelah itu Itsuki berkata “aku menemukan ada rekening yang dibuat atas namamu, lalu wanita terlihat kamera sedang mengambil uang itu, jika itu Sanae maka aku pasti akan tertawa.. apa kau sangat mengenal Sanae?” Todo pun pergi dan tidak menjawab pertanyaan Itsuki


Ketika Osanai sedang berjalan lalu tiba-tiba Shinji memanggilnya dan bertanya apa dia benar Osanai, Osanai pun malah balik bertanya siapa Shinji?, Shinji keluar dari mobil dan memperkenalkan diri.. Shinji pun mengajak Osanai ketempat lain untuk berbicara. Dan sepertinya Shinji merasa bisa berteman baik dengannya, tapi Osanai menolak.

Setelah itu Ketika hendak pergi Shinji mengatakan dia tahu tentang kegiatan ilegal yang dilakukan Osanai.. mendengar itu Osanai pun berhenti melangkah, Shinji mengahampiri dan dia juga tahu jika Todo memintanya untuk mencari informasi pribadi.. jika itu kehatuan maka tidak akan bisa dimaafkan. Osanai pun bertanya apa Todo yang telah memberitahunya? , Shinji akan memberitahu jika mereka menjadi teman


Todo datang ke apartemen Sanae, dan ketika sedang menekan bel ternyata Saito ada disana.. Saito berkata “kau tidak akan mendapat jawab karena orang mati tidak bisa menjawab” Todo menjawab “apa maksudmu? Kenapa kau bisa berada di apartemn Sanae?” Saito memberitahu jika Sanae dan juga Haruka saling mengirim pesan setelah itu Saitu juga memberitahukan jika Haruka meninggal.


Tiba-tiba Saito mengeluarkan pisau, Todo pun menjauh tapi Saito terus mendekat untuk menusukannya pada Todo.. 


Tidak sengaja Todo dan Saito terjatuh dari Tangga, ketika bangun Todo melihat bajunya penuh dengan darah.. Todo pun menghampiri Saito yang tergeletak dan ketika membalikan badannya, ternyata pisau sudah menusuk tubuhnya.. ketika Todo memanggil namanya, Saito sempat membuka matanya tapi tidak lama dan dia pun menutup matanya kembali, Todo pun terus memanggil-manggil namanya.
 

Disanat yang tidak tepat, Sanae tidak sengaja tiba disana, dan melihat pisau itu sudah tepat menusuk didada Saito, Sanae pun masih bingung apa yang sebenarnya terjadi.. Todo pun mencoba untuk menjelsakan jika hal yang terjadi itu hanya sebuah kecelakaan.. 

lalu tidak lama kemudian banyak orang yang datang terkejut ketika melihat pisau ditubuh Saito lalu mereka pun mengatakan jika telah terjadi pembunuhan, mendengar itu Todo pun menjadi panik dan membuat segera pergi menjauh dari sana...

Sanae pun hanya bisa terdiam melihat ke pergian Todo


Sanae dibawa untuk memberikan penjelasan, Takao menyuruh yang lain untuk pergi.. didalam ruangan pun tinggal mereka dan 2 anak buah Takao, Takao pun berkata “kau adalah saksi ditempat kejadian, jadi apa kau tahu dan melihat pelakunya?” , Sanae malah bertanya siapa yang baru saja terbunuh?. Takao pun memberitahu jika didalam dalam dompt ada dentitas Saito dan dia tinggal di Niigata.. Sanae pun mengatakan jika dia sama sekali tidak mengenalnya, lalu Takao berkata “apa kau melihat siapa yang telah membunuhnya?, siapa dia? Menurut tetanggamu dia mengatakan jika pria itu yang kadang-kadang datang ke rumahmu” setelah diam sejenak akhirnya Sanae memberitahu jika itu Todo tapi dia tidak melihat jika Todo yang telah menusuk Saito dan selain itu Todo juga mengatakan padanya jika dia tidak melakukannya karena itu hanya sebuah kecelakaan.. Takao berkata “apa kau percaya dengan semua itu?” Sanae pun hanya menggelengkan kepalanya...


Ketika kembali kerumah, Eiji melihat Todo tidak mengenakan pakaian sambil menangis dan dia juga melihat baju yang penuh dengan darah diatas mesin cuci.. lalu Todo berkata “kau sudah melihat bajunya kan? Tidak apa jika kau ingin menelpon polisi ”, lalu sambil membuka lemari dan mencari baju  Eiji bertanya kenapa Todo malah datang ke tempatnya?, lalu Todo menjawab “aku juga tidak tahu kenapa”


Eiji memberikan baju, dan mengatakan jika dia akan membuang baju yang belumuran darah itu.. tiba-tiba saja Todo mendorongnya dan berkata “dengan tangan ini aku telah membunuh sahabatku sendiri ”, Eiji pun berkata “ketika kita di Bar aku telah mengatakan jika aku punya kemampuan untuk melihat orang dengan jelas, kau bukanlah orang yang bisa membunuh seseorang.. dan jika memang terjadi itu pasti hanya sebuah kecelakaan atau mungkin pembelaan diri bukan?” Todo berkata “tidak akan ada yang percaya dengan semua itu, tapi aku hanya ingin adalah Sanae untuk percaya padaku”
Sambil memeluk Todo, Eiji pun mengatakan meskipun polisi dan juga Sanae tidak percaya tapi dia akan tetap percaya padanya.. mendengar itu Todo bertanya kenapa? , Eiji pun menjawab “aku sama sepertimu, karena aku  juga tidak punya personal nomor, jadi secara hukum aku tidak punya identitas dalam masyarakat”.


EmoticonEmoticon