8/04/2016

Fatmagul Episode 423


Flashback- Halide berkata “apa pendapat fatmagul tentang idemu untuk bekerja dikapal besar selama beberapa tahun” mustafa berkata ”aku belum berkata padanya, akan tetapi dia harus menerimanya, karena kita membutuhkan uang“,emin berkata “tidak semua hal tergantung pada uang anakku”. halide pun tidak setuju dengan ide mustafa, karena kasihan fatmagul. mustafa berkata “aku meninggalkan fatmagul dekat dengan orang tuanya, jadi tidak merasa khawatir sama sekali. Halide pun berkata pada emin jika keputusan mustafa sudah bulat.

Emin berkata “tidak perlu petualangan anakku, kau sudah mempunyai pekerjaan yang bagus, tetaplah bekerja. jangan tergoda bujuk rayu selami, apa kau pikir hidupnya pantas disebut hidup , lihatlah, dia hancur. tidak ada untungnya pekerjaan yang diberikan orang itu“. mustafa lalu mengambil keranjang dan mulai naik kepohon dan berkata “ayah marah-marah lagi.

Sementara itu Fatmagul, mukades dan juga rahmi telah tiba didepan rumah yasaran. mukades langsung berteriak teriak ketika murat berlari kehalaman rumah yasaran. mukades pun segera menyuruh rahmi untuk memanggil orang karena apa mereka akan menurunkan semuanya itu sendirian. Sementara itu Didekat mereka terlihat munir dan juga rifat sedang berjalan bersama, sepertinya munir adalaah orang yang selama ini memanasi hubungan rezat dan juga rifat akan tetapi bertingkah seolah sebagai dewa penolong.

Munir berkata “semua orang berpiikir jika erdugan salah, tapi dia juga punya hak mengatakan itu, tidak dapat diterima tamparan dan penghinaan didepan semua orang”. Rifat berkata “tapi dia juga tetap harus menutup mulutnya, dan sekarang dia membuatku dalam situasi sulit”. Munir pun berkata “apa yang erdugan katakan adalah benar, dia membela kepentingan ayahnya juga dalam hal ini” rifat berkata “maaf mengatakan ini, tapi kakak iparku, saudaramu itu terlalu banyak memanfaatkan dirimu, dia mengambil untung dari hasil kerja kerasmu, jangan kataakan ini kepada erdugan, ini hanya antara kita saja. aku tahu kerja kerasmu untuk rezat yasaran begitu juga erdugan dan juga selim keponakanku hanya datang kekantor untuk menandatangani berkas berkas saja, apa aku salah?” rifat berkata “apa yang bisa kulakukan munir? apa kau ingin aku bersengketa dengan saudarku setelah sekian lama”. munir berkata “sebaiknya kau menjual sahammu menurutku turaner tidak akan sukses dengan ijin proyek energi itu dan aku akan membantumu melakukan itu,  bawa istri dan juga anakmu untuk terpisah dari rezat yasaran, jika kau mau kau bisa membangun kerajaanmu sendiri, erdugan bersemangat seperti itu maka tidak ada yang bisa menghentikan kalian, kau bisa berjalan dijalan yang tenang, semua keributan ini akan berakhir“. Akan tetapi rifat masih terlihat ragu karena disatu sisi saudarnya rezat dan disisi lainnya adalah anaknya erdugan.

Tidak lama kemudian rezat keluar, munir pun langsung melambai kearah kakak iparnya . rezat pun bertanya kenapa wajah muram rifat. sementara itu mukades dan juga fatmagul sedang berjalan menuju dapur. ketika mereka melihat tiga orang pria bicara dihalaman mukades berkata ”aku tidak tahu siapa yang botak itu , tapi yang dua lainnya itu jelas yasaran. aku melihat mereka disurat kabar” 
Sementara itu Rezat berkata “kau saudaraku yang bersikap kasar padaku , aku tidak akan melupakannya tapi ini keponakanku. besok dia akan berlari padaku dan memanggilku paman lagi dan kau akan menyesal karena membuatku sedih , katakan padanya aku ingin ketegangan ini berakhir”. rifat berkata “erdugan tidak akan datang”. Rezat berkata  “ajak dia datang, mencium tanganku dan semua situasi ini selesai”. Rifat berkata “kita tinggalkan dia sendiri dan jika dia sudah tenang dia pasti akan muncul” seteah itu  rifat pergi karena ingin mandi. rezat berteriak jika turaner akan datang lebih awal,  setelah itu rezat melanjutkan jalan jalan nya, munir mengatakan jika akan menemaninya, munir berkata  “kau orang yang hebat kakak ipar, kau berhati besar. apa yang bisa kau lakukan? erdugan memang berbuat salah padamu, kau harus memotong kepala ular ini sebelum dia tumbuh, aku akan menasehatimu untuk membuat langkah tertentu karena erdugan semakin berbahaya”.

Sementara itu Selim mencoba membujuk erdugan untuk tidak terlalu bersikeras, selim berkata “ini pertunanganku bukan ayahku”. Erdugan berkata “jangan memaksaku tidak akan datang” selim berkata “kau marah pada ayahku dan membuatnya tertekan”. selim terus mencoba meski erdugan mengatakan tidak akan datang, erdugan berkata ”berapa kali orang akan bertunangan dalam hidupnya? 3,  5 ,8?” erdugan tertawa mendengar perkataan selim, lalu mereka tertawa.
BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Fatmagul Episode 424


EmoticonEmoticon