8/04/2016

Fatmagul Episode 422


Flashback Pagi itu terlihat erdugan sedang duduk sendirian disebuah kafe, tidak lama kemudian datang seorang pria . dan ternyata erdugan mendapatkan obat terlarang dari pria tersebut. pria itu menawarinya dengan obat yang efeknya  lebih erdugan pun membelinya

Sementara itu terlihat vural sedang berjalan menuju pantai kemudian menelepon karim yang sedang ditempatnya kerja dan meminta nya datang kepantai. Karm berkata ”aku sedang bekerja, aku tidak bisa datang”, karim pun tersenyum ketika vural berkata “semakin kau banyak bekerja, semakin kau mendapatkan banyak piala”. Karim berkata “aku akan menyelesaikannya saat jam makan siang”. pada saat yang sama pak pos datang, galip menerima surat dari fahretin dan juga mengirim kembali surat balasan untuk fahretin. ternyata galip usta adalah teman baik ayah karim. sementara itu karim menyuruh vural untuk mematikan telelpon karena dia akan meneruskan pekerjaannya Dan ternyatara Galip usta tahu apa yang terjadi dan menyuruh karim menyelesaikan pekerjaannya dan bisa pergi kapan pun dia mau. Karim berkata “terima kasih”.

Sementara itu Mukades, fatmagul dan juga rahmi sedang dalam perjalanan menuju rumah yasaran, mukades sangat kesal karena ismail abi yang memberi mereka order terus saja menelepon menanyakan keberadaan mereka. Mukades berkata ”ismail pasti tidak  punya banyak orang makanya meminta kita segera datang, aku  pasti akan meminta tambahan uang jika begitu, fatmagul berkata  ”kau tidak bisa melakukan itu kakak ipar, seperti seorang opotunis saja”. Akan tetapi mukades tidak perduli dan berkata ”aku memang oportunis, lalu kenapa? Kita membutuhkan banyak uang utnuk pernikahanmu nanti, kau tidak tahu apapaun, yang kau lakukan hanya saling menggoda dengan mustafa. kau pikir mudah mempersiapkan biayanya?”. Fatmagul berkata “aku sudah melakukan semaunya, tidak ada yang tertinggal, emas untuk pernikahanku juga telah siap. rahmi berkata “mustafa sendiri tidak ingin menekan kita dengan perhiasan yang mahal”. Dengan sinisnya mukades berkata “halide hanim pasti akan mempermalukan kita jika kita menikahkan fatmagul dengan sederhana, fatmagul berkata “aku tidak perduli, dia bisa melakukan appaun yang dia inginkan”. Mukades pun menanggapi perkataan fatma dengan sinis, rahmi berkata “keluarga mustafa mencintai fatmagul

Mukades berkat a‘tentu saja, sampai mereka mendapatkan fatmagul sebagai menantu, kita akan lihat apa tujuan dia yang sebenarnya nanti”, mendengar itu wajah fatmagul menjadi muramdan  hanya diam.

Rahmi berkata “mengapa kau mengatakan itu, kau membuat semangatnya turun. jangan berkata itu lagi “ mukades berkata “aku tidak berkata apapun, semoga semuanya berjalan dengan baik”. Akan tetapi fatmagul sudah terlanjur sedih dengan perkataan mukades sebelumnya.

Sementara itu Mustafa sedang menggoda halide yang sedang membantu ayahnya memetik jeruk. sambil memegangi dadanya halide berkata “kau membuatku kena serangan jantung”. mustafa kemudian mengambil segelas air minum untuk ibunya. Mustafa lalu mengambil pekerjaan ayahnya. Halide berkata “apa kau bisa?”. Mustafa berkata ”aku adalah pria laut ibu ini hal terbaik yang bisa kulakukan jika kakiku menginjak tanah”. Halide berkata “kemana saja kau pagi ini?” mustafa berkata ”aku menemui fatmagul. memangnya apa yang terjadi?” Halide berkata “tadi pagi bosmu selami datang mencarimu dan berpikir kau berada dikamar akan tetapi tidak ada. hal itu membuatnya malu”. Mustafa berkata “biarkan saja, siapa perduli”.

Halide menyuruh mustafa untuk menelepon pria itu, mustafa berkata “baiklah. tapi aku akan bertemu dengannya malam ini, jadi tidak perlu menelepon”. Halide berkata “apa yang dia inginkan darimu?” mustafa berkata ”dia menawariku pekerjaan di kapal besar”. Ayah mustafa berkata kau tidak perlu bekerja dengannya pekerjaan sepeti itu membuat kau akan jarang pulang dan rumah tanggamu nanti bisa terancam”. Mustafa berkata “mereka membayar mahal”

Emin ayah mustafa berkata “tentu saja, karena itu kapal luar negeri, akan tetapi pekerjaan itu tidak cocok untukmu“. Akan tetapi ternyata mustafa tidak mendengarkan nasehat orang tuanya, dan malah bersikeras ingin tetap berangkat untuk mengumpulkan uang dan akan memiliki kapal sendiri suatu saat nanti. Halide berkata “lalu apa pendapat fatmagul tentang hal ini?
BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Fatmagul Episode 423


EmoticonEmoticon