8/02/2016

Fatmagul Episode 420


Sinem merekam semua cerita tentang fatmagul untuk membuat sebuah buku. Ketika memngetahui fatmagul hamil, pada tahun baru nanti fahretin bey memutuskan untuk datang keistambul, sementara itu karim dan juga fatmagul terpaksa untuk menunda kepergian mereka ke australia, sambil tersenyum sinem berkata ”enise hanim telah merubah rencana kalian semua” meryem kemudian menelepon karim sementara itu meryem sedang berlibur dan bertanya kabar mereka semua. meryem dan juga kadir telihat menikmati liburan mereka. Sementara itu karim dan juga fatmagul berencana untuk pergi ke ildir menjenguk rahmi. bersama sama dengan meryem dan kadir juga

Kemudian fatamgul bercerita tentang hubungan mereka dengan sukru abi membaik, ketika suatu malam mereka pulang dari sidang, mereka bertiga melihat kebakaran dirumah sukru abi. esma dan juga ibunya berteriak teriak karena ayahnya masih ada didalam rumah. tanpa rasa takut karim dan juga langsung menyiram tubuh mereka dengan air dan masuk kedalam rumah sukru abi. Karim pun tidak memperdulikan perkataan fatmagul meski melarangnya. Setelah itu mereka pun berhasil keluar rumah  membawa sukru abi dengan selamat

Keesokan paginya fatmagul , karim dan juga emre datang menjenguk sukru dirumah sakit, sukru mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka dan sukru berkata “aku tidak bisa meninggalkan rumah itu dalam keadaan hidup jika bukan karena kalian, aku sunggu merasa sangat malu, tidak tahu apa yang harus aku katakan, aku telah mengganggap kalian bukan tetangga akan tetapi seperti saudara dan jika ada yang bersikap tidak baik kepada kalian maka akan berhadapan denganku” 

Perkataan sukru didengar oleh para tetangga yang juga sedang menjenguk sukru. sikap sukru dan juga keluarganya pun berubah pada fatmagul. mereka mulai bertetangga dengan baik. esma dan juga ibunya bahkan bekerja didapur gul mutfagi

Sementara itu esma menceritakan pada sinem tentang hubungannya dengan emre, bagaimana mereka mulai saling melihat dan juga akhirnya menjalin cinta. karena esma bekerja direstoran, emre sering datang kesana setiap hari, esma berkata”kenapa kau datang kesini setiap hari? apa tidak ada penkerjaan yang kau lakukan?”. Emre berkata “Kita punya pekerjaan, akan tetapi jika aku tidak datang maka aku tidak bisa melihatmu” mendengar itu membuat esma tersipu. emre kemudian mengajak esma berkeliling dengan kapalnya.

Ny hafriye memanggil esma dan menyuruhnya untuk segera  menyelesaikan pekerjaannya, esma pun berbohong tentang emre.

sSementara itu diterminal, karim terlihat sedang membantu rahmi meletakkan barang-barang ke dalam bus. mereka mengantar kepergian rahmi ke ildir. murat dan juga fatmagul pun masih saling memeluk, seakan tidak ingin dipisahkan. sambil menggendong elif Mukades melihat dari kajuhan. rahmi pun berpelukan dengan meryem, kadir dan juga karim, setelah itu menangis rahmi dan juga fatmagul berpelukan, rahmi berkata  “jangan menangis fatmagul, itu malah akan membuatku sedih. lihat apa aku menangis? aku tidak menangis“, fatmagul pun menyuruh rahm untuk meneleponnya jika membutuhkan sesuatu. rahmi berkata “tentu saja, aku akan meneleponmu setiap hari, aku tidak bisa hidup tanpa mendengar suaramu. dan kau harus menjaga dirimu baik-baik, kita berpisah untuk pertama kalinya“. Fatmagul berkata “kita tidak terpisah, kita hanya hidup ditempat yang berjauhan itu saja, kita masih bersama

Rahmi memeluk adiknya dengan erat dan berkata “sayangku, kau adalah satu satunya yng kusayang, “. Fatmagul berkata “sekarang bus akan pergi”. rahmi pun segera menghapus air matanya dan berteriak memanggil mukades untuk segera berpamitan.

Mukades kemudian menghampiri kadir bey dan berkata ”Selamat tinggal kadir bey, kau telah melakukan banyak hal untuk kami, aku tidak tahu bagaimana harus membayarnya”. Kadir berkata “sama-sama, semoga perjalananmu menyenangkan”. Lalu mukades menghampiri meryem dan berkata “semoga sekarang Tuhan memberimu kedamaian”, meryem berata “semoga perjalannmu menyenangkan:. Lalu mukades berkata “beginilah kita berpisah fatmagul, semuanya hidp dan semuanya berakhir sekarang, aku tidak ingin menjadi seperti ini, akan tetapi aku tidak punya hal yang mesti ku katakan, semua orang mempunyai alasan masing masing, tidak akan ada yang bisa mengerti satu sama lainnya. aku tidak ingin mempersulitmu, tapi paling tidak ucapkanlah selamat tinggal”, fatmagul yang semula diam saja akhirnya mengatakan selamat tinggal pada mukades.
BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Fatmagul Episode 421


EmoticonEmoticon