8/01/2016

Fatmagul Episode 419


Esma dan juga fatmagul keluar dari dapur dan menyajikan teh untuk sinem dan hafriye. hafriye berkata “beritahu dia bagaimana keluarga kita bisa sedekat ini”. akan tetapi fatma berkata “aku akan menyelesaikan cerita di malam ulang tahunku terlebih dulu baru setelah itu aku akan mencaritakan tentang kedekatan keluarga kita”

Flasback Ulang tahun Fatmagul, Malam itu ketika menikmati kuenya fatmagul kembali merasakan mual akan tetapi dia menahannya agar tidak merusak suasana kebahagiaan. Lalu sebuah lagu indah diputar, meryem berkata ”aku sungguh suka lagu ini”. mehmet juga berkata “kerim abi khusus meminta lagu ini diputar untuk istri tercintanya”. Mendengar itu fatmagul langsung melihat karim dengan penuh cinta 

Karim berkata “Semoga setelah kau melewati 2 Tahun yang kejam ini tidak mengubah warna rambutmu, kau adalah kupu kupu yang cantik kau adalah bunga yang langka Percayalah, cintaku kepadamu tidak akan pernah berakhir setelah itu Karim dan juga fatmagul kembali ke rumah, dan fatmagul kembali merasakan mual.

Sementara itu dirumahnya, murat sedang menceritakan apa yang terjadi dipesta ulang tahun fatmagul. rahmi juga ikut bercerita dan itu  malah membuat mukades menjadi kesal sekali lalu menanyakan banyak hal dan murat pun yang menjawab ”bibi mendapatkan kue yang sangat besar, lebih besar dari pada ulang tahunnya kemarin”. Rahmi berkata “karim yang membelinya” mukades berkata “apa saja dilakukan untuk pamer” murat berkata “kita bernyanyi bersama dan aku berdansa dengan ayah, dengan bibi lalu paman kerim dan bibi berdansa“. mukades berkata “apa mereka bertanya tentangku “, rahmi berbohong dengan berkata “tentu” mukades berkata  “apa hadiah karim untuk fatmagul?”. Murat berkata “sebuah kalung emas yang berbandul mawar”. Dengan sinis mukades berkata “duri mawar yang akan segera menyengat mereka”. Mendengar itu rahmi hanya diam tidak menanggapi. mukades berkata “apa telah memberitahu mereka jika kita akan pindah ke ildir?” murat langsung senang dengan berita itu dan mengatakan ingin kembali ke kampung halaman. Mukades pun berjanji akan memberikan rumah terbaik untuk murat. Sementara itu rahmi menyuruh untuk tidak terburu-buru dan berpirik lagi sebelum mengambil keputusan.

Ketika ke kamar mandi, mukades berteriak karena banyak air bocor dari lantai atas. dia langsung berteriak kepada rahmi untuk melihat apa yang  telah terjadi. kemudian nafiye datang ingin meminta pertolongan dan dengan penuh amarah mukades berkata “suamiku bukan tukang ledeng” mukades pun menutup pintu dengan keras karena kesal didepan nafiye. Sementara itu Karim cemas dengan keadaan fatmagul yang terus saja muntah muntah lalu menelepon meryem meski fatmgul melarang karena hari sudah malam. meryem pun memberikan petunjuk apa yang harus dilakukan. karim menyiapkan teh hangat untuk istri tercinta. sementara itu dirumah, meryem tidak tenang dan berkata “aku akan pergi datang melihat fatmagul. tiba tiba kadir berkata “bagaimana jika fatmagul hamil?” mendengar itu meryem tersenyum lalu menelepon fatmagul dan berrtanya tentang siklus datang bulannya

Mukades pun memberitahu  jika kemungkinan fatmagul hamil. Begitu mendengar itu wajah karim langsung senang lalu memeluk fatmgul akan tetapi fatmaagul tidak ingin senang dulu karena merasa belum yakin sebelum mereka melakukan tes...sementara itu meryem sangat antusias juga, dia tidak menyangka jika akan menjadi nenek. kesedihannya karena tidak berhasil mengadopsi anak yang diceritakan oleh kadir telah tergantikan, meryem berkata ”aku akan menjadi nenek, siapa yang tahu betapa cantikanya bayi itu nanti”, sambil menyandarkan kepalanya dibahu meryem kadir berkata “pasti akan sangat cantik”.

Sementara itu karim terus saja memegang  perut fatmagul . fatmgul berkata “kita harus melakukan tes”,  karim berkata “itu yang akan kita lakukan besok dan sepertinya bayi ini akan membuat kita terjaga semalaman  kata karim”. Fatmagul bekrat a”ini ulang tahunku juga”, karim berkata ”iya ini masih suasana ulang tahunmu fatmagul jika ini benar maka ini akan menjadi hadiah terindah untuk kita berdua, aku sangat menginginkan bayi itu”.

Keesokan paginya, mereka sedang duduk ditepi pantai setelah dari periksa ke dokter, karim berkata “siapa nama yang akan kita berikan nanti?” fatmagul berkata “nama enise” dan mendengar itu kerim pun menangis dan setuju. kerim berkata “jika bayi itu pria maka namanya akan mehmet” mehmet adalah nama dari ayah fatmagul, karim berkata lagi ”kau ingin bayi perempuan atau pria?”. Fatmagul berkata “aku hanya ingin bayi itu sehat, Tuhan sudah menulis takdirnya untuk itu. semoga masa depannya cerah”. Karim kemudian berkata “aku akan menghubungi ayahku”
BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Fatmagul Episode 420


EmoticonEmoticon