8/01/2016

Fatmagul Episode 418


Rahmi pun tidak terima dengan perkataan mukades dan berkata ”sungguh memalukan kau mukades, kau selalu berpikir nakal tentang hal itu, karena pikiranmu hanya bekerja untuk hal semacam itu”. mukades berkata “aku tidak perduli, janda itu terus saja memanggilmu dan itu membuatnya marah” akan tetapi tetap saja rahmi pergi untuk membantu nafiye hanim, mukades berharap agar keluar dari lingkungan itu.

Pagi itu kadir dan juga meryem sedang sarapan bersama, mereka membicarakan tetang kasus yang sedang kadir tangani, yaitu ada seorang anak kecil sebatang kara yang masih berumur 6 tahun. ibunya telah meninggal dan ayahnya sedang dipenjara, tiba tiba meryem berkata bagaimana mengadopsi anak itu,  lihat sekelilingmu,kita sekarang berada diposisi yang tepat, kita nyaman dirumah ini, lagi pula setelah fatmagul pergi rasanya rumah ini terasa sepi, lebih baik jika ada suara lain, suara selain kita, kita akan memberikan dia pendidikan yang bagus, kita akan menjadi ayah dan juga ibu untuknya, bukankah itu tidak buruk, bisakah?” dan ternyata kadir pun berpikiran seperti itu, meryem berkata “kita akan mendidik anaknya, ayahnya akan keluar penjara 30 tahun lagi, sampai saat itu kita bisa mempersiapkan masa depanya, aku yang akan merawat anak itu dengan baik kadir, rumah kita akan dipenuhi kesenangan, apa lagi yang lebih baik dalam hidup ini selain merawat anak yatim, dibawah lindunganmu dan juga rumah kita pun akan dipenuhi dengan kesenangan”.

Sementara itu Karim dan juga fatmagul baru saja selesai mandi,setelah pagi yang menyenangkan yang baru saja mereka lewati. fatmagul pun membantu karim untuk mengeringkan rambutnya. karim berkata “aku harus cepat pergi dan aku juga tidak sempat untuk sarapan”. fatmagul terlihat kecewa karena sepertinya karim lupa hari ulang tahunnya dan ketika fatmagul mengingatkannya, karim terlihat menyesal dan sambil memeluk nya berkata “tidak, ini tidak bisa diterima, aku mohon maafkan aku, selamat ulang tahun semoga tahun mu menyenangkan”. Fatma berkata “terima kasih”. Karim berkata “sekarang aku sangat malu“. Akan tetapi karim tidak bisa merayakan ulang tahun fatma karena banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan. ketika karim telah pergi, terlihasekali kekecewaan diwajah fatmagul.

Sementara itu Direstoran , semua orang terlihat sedang sibuk. meryem mengganti supplier susu yang biasa mereka pakai dengan susu dari hewan yang diberi makan organik, rahmi pun tidak tahu apa itu dan mehmet pun menjelaskan. Dan ketika direstoran, fatmagul juga kecewa karena tidak seorangpun ingat dengan ulang tahunya. meryem dan juga rahmi sedang sibuk dengan urusan mereka masing masing. Ketika tiba dirumah, fatmagul menyiapkan meja makan dan berharap makan malam bersama dengan kari akan tetapi ketika menghubinginya karim memberitahukan jika dia sedang sibuk dengan pekerjaannya setelah tidak lama kemudian rahmi menelepon dan mengajaknya untuk bertemu, rahmi sedang kesal karena telah bertengkar dengan mukades. fatmagul menyuruhnya untuk datang kerumah karena sedang sendiri dirumah akan tetapi rahmi ingin duduk dipinggir pantai dan menyuruh fatma yang datang menemuinya. fatmagul pun menurut, ketika keluar rumah . ayah esma langsung mengatakan hal yang buruk tentang fatma, esma yang mendengar itu hanya bisa diam dan tidak menanggapi perkataan ayahnya setelah itu Fatmagul menemui rahmi dikursi pinggir laut. rahmi berkata “sepertinya aku tak berhasil diistambul, kau adalah darah dagingku, jiwaku dan juga segalanya bagiku, kau orang paling berharga dalam hidupku setelah anakku“, fatma berkata kau juga sama kakakku”.

Rahmi berkata “aku tidak ingin berpisah denganmu, aku ingin selalu bersamamu setiap saat. Akan tetapi kita, aku dan juga mukades. aku pikir sebaiknya kita kembali keildir. kita tidak bisa berkembang disini, aku tidak bicara tentang uang, kita seperti orang hilang disini, mukades mengunci dirinya dalam rumah dan terus saja marah jika aku  tidak berarti apapun. hanya kau sebenarnya yang aku pikirkan”. Rahmi mengatakan jika kepindahannya ke ildir juga akan baik untuk anak anaknya  dan juga fatmagul pun sudah bahagia dan punya suami yang bertanggung jawab seperti karim, jadi dia tenang meninggalkan fatmagul diistambul. Mendengar itu fatmagul pun meneteskan air matanya.
BACA SELANJUTNYA DI || SINOPSIS Fatmagul Episode 419


EmoticonEmoticon